Bukan Sekedar Berkomunikasi

Kemajuan telekomunikasi sedemikian mengesankan. Ia tidak saja memudahkan kebutuhan manusia untuk berkomunikasi. Namun, telekomunikasi sudah menjadi bagian dari life style. Menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan, rasanya, aktivitas manusia tidak bisa lagi dipisahkan dari media yang satu ini.

Hal itu berdasarkan penuturan seorang kawan, yang mengaku seperti tengah berada di dalam hutan belantara manakala handphonenya ketinggalan. Komunikasinya dengan sahabat dan rekan bisnis terputus. Maka tidak bisa disangkal, telekomunikasi hadir untuk memberikan kemudahan. Merobohkan batas-batas teritorial, sehingga komunikasi menjadi mungkin dilakukan meskipun keduanya dipisahkan oleh jarak yang membentang. Continue reading “Bukan Sekedar Berkomunikasi”

FFI – Mental Juara – Tahun Baru Hijriyah

Sabtu pagi (18/12/2009), saya berkesempatan menoton siaran ulang Festival Film Indonesia 2009. Hanya siaran ulang, namun rasanya tidak berbeda dengan menonton acara itu secara langsung. Sederhana saja, karena memang saya tidak menonton saat FFI 2009 disiarkan secara live.

Saya menonton acara itu sembari menulis sebuah artikel untuk XL Award 2009. Di layar kaca, wajah-wajah cerah terlihat semakin merekah. Mereka yang terpilih mendapatkananugerah FFI 2009, tampil ke depan dengan penuh kemenangan. Bahkan, Boediono, Wakil Presiden RI berkesempatan memberikan sambutan. Tidak nampak sekali guratan permasalahan Century di wajahnya. Continue reading “FFI – Mental Juara – Tahun Baru Hijriyah”

Itu Bukan Cinta, Non!

Banyak orang memahami kesetaraan gender hanya dalam pekerjaan. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari banyak juga ketidakadilan terjadi. Soal cinta-mencintai, misalnya, ternyata begitu kuat menempatkan perempuan dalam subordinate laki-laki. Luput dari perhatian?

Sebut saja Nona, bukan nama sebenarnya, karyawati perusahaan swasta yang berlokasi di Balaraja-Tangerang. Maklum sedang jatuh cinta, bagi Nona, pacar adalah segalanya. Membuat Nona rela melakukan apapun demi si dia. Membawakan sarapan pagi (Nona dan pacarnya bekerja di perusahaan yang sama), membuatkan teh manis, dan hal lain yang menggambarkan kesetiaan seorang wanita kepada kekasihnya. Continue reading “Itu Bukan Cinta, Non!”

Blogger Perlu Memiliki Visi dan Misi

Pada awalnya, ketika membaca Blog Kontes; Motivasi Menulis Untuk Blogger Indonesia, saya tidak tertarik untuk ikut serta. Bahkan ketika beberapa kali judul itu tersaring oleh google dan menempati halaman pertama, saya masih berfikiran bahwa menulis di blog bukan untuk saya.

Tegas ingin saya katakan, menulis di blog sangat bertolak belakang dengan pemikiran saya selama ini. Menulis di blog adalah pekerjaan sia-sia. Buang-buang waktu saja. Selain secara finansial tidak memberikan keuntungan secara langsung, juga timbul pertanyaan kecil dalam hati, siapa yang akan membaca blok saya? Jangan-jangan hanya saya sendiri? Kalau benar hanya dibaca sendiri, buat apa repot-repot membuat blog? Continue reading “Blogger Perlu Memiliki Visi dan Misi”

Serambi Online : [Pengumuman] Pemenang Lomba Menulis Bertema Ibu

Penerbit Buku-Buku Bermutu, Hanya Menerbitkan Buku – Serambi memfokuskan geraknya di bidang penerbitan buku. Karena serambi, maka buku-buku yg diterbitkan diharapkan menjadi garda depan penyedia kebutuhan intelektual masyarakat

melaluiSerambi Online : [Pengumuman] Pemenang Lomba Menulis Bertema Ibu – Kabar. Continue reading “Serambi Online : [Pengumuman] Pemenang Lomba Menulis Bertema Ibu”

Kepemilikan Rumah Bagi Pekerja

Rumah adalah tempat dimana kita menitipkan hati. Disana kita merasa nyaman, tenang, teduh, dan selalu ingin kembali setiap saat kita pergi meninggalkannya. Pendek kata, rumah adalah tempat istimewa yang tak ada duanya di dunia.

Bagaimana tidak? Di rumahlah sebuah generasi baru lahir. Di dalam rumah pula pendidikan pertama dimulai, komunikasi dan hubungan antar anggota keluarga dilakukan, juga nilai-nilai budi pekerti ditanamkan. Seorang istri menjadi permaisuri di rumahnya, dan seorang ayah menjadi raja serta panutan di rumahnya. Continue reading “Kepemilikan Rumah Bagi Pekerja”

Ancaman Teror Saat Mudik Lebaran

Peringatan Menkominfo, Mohammad Nuh, untuk mewaspadai aksi teroris saat mudik lebaran 2009, memang harus direspon dengan sepenuh hati. Jangan sampai kekhawatiran itu terbukti dan menodai kesucian idul fitri. Apalagi bila menyebabkan jatuhnya banyak korban, tentu kerinduan untuk bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman bertepuk sebelah tangan.

Sepanjang ingatan saya, saat mudik hari raya, teror terhadap para pemudik memang terus terjadi. Jangan salah menduga, teror yang saya maksudkan bukan berasal dari kelompok Nordin M. Top. Teror yang saya maksudkan berupa: (1) Kemacetan; (2) Sulitnya mendapatkan tiket; dan (3) Tingginya angka kecelakaan; (4) Kejahatan di jalan raya. Continue reading “Ancaman Teror Saat Mudik Lebaran”

Unjuk Rasa Bagian dari Demokrasi

Opini Tangerang Tribun 8 Oktober 2009 yang berjudul “Jangan Jadikan Agama Sebagai Kedok Politik” menarik untuk ditanggapi. Dimana dalam tulisan tersebut, menyebutkan bahwa unjuk rasa sejumlah orang yang mengatasnamakan ormas Islam untuk menolak penetapan Herry Rumawatine sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang dengan menggunakan alasan agama merupakan pengingkaran terhadap kemajemukan kita sebagai bangsa dan menunjukkan ketidakdewasaan dalam berbangsa.

Di sana menyebutkan bahwa aksi pada hari Senin 5 Oktober 2009 terjadi atas suruhan oleh oknum yang tidak senang dengan ditetapkannya Herry Rumawatine sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang. Continue reading “Unjuk Rasa Bagian dari Demokrasi”

Kabar Indonesia, Harian Online Terkemuka di Indonesia

Siang itu, saat browsing di internet, secara tak sengaja saya menemukan Harian Online Kabar Indonesia (HOKI). Saya tersenyum senang. Sungguh. Seperti mendapat durian runtuh saja rasanya. Betapa tidak, dunia tulis-menulis memang menjadi perhatian dan kegemaran saya sejak lama.

Tanpa pikir panjang, saya segera mendaftar sebagai penulis HOKI. Prosesnya begitu mudah. Pertanyaannya kemudian, apakah kemudahan itu juga berlaku saat kita mengirimkan naskah? Continue reading “Kabar Indonesia, Harian Online Terkemuka di Indonesia”

Bersiap Menghadapi PHK

Siang itu sebuah pesan pendek masuk ke handphone saya. Dari pengirim yang tidak dikenal, “Awas…!! PHK ancam kita. Sekarang Grand Pintalan, PPIT, Spotec, SBY… dan berikutnya mungkin anda?? Lalu apa yang akan anda lakukan?! Solidaritas tolak PHK.“

Pertengan tahun 2008, ketika krisis ekonomi global melanda, banyak perusahaan tutup. Situasi ini mengakibatkan puluhan ribu karyawan kehilangan pekerjaan. Tentu kenyataan ini menyakitkan. Apalagi, untuk mendapat pekerjaan baru, tidak semudah yang kita bayangkan. Continue reading “Bersiap Menghadapi PHK”