Maaf, Saya Bukan Buruh

Pernyataan ini saya dengar dari seorang kawan. Ia, beberapa kali menegaskan kepada saya bahwa dirinya bukanlah pekerja. Apalagi buruh. Kawan saya ini lebih suka menyebut dirinya sebagai professional. Seseorang yang melakukan pekerjaan, lebih karena tuntutan profesi.

Memang, saat kata “buruh” disebut, seringkali yang tergambar dalam benak banyak orang adalah mereka yang bekerja di bawah cerobong pabrik, tinggal di rumah petak/kontrakan, tereskploitasi, mogok kerja untuk menuntut hak-haknya, lembur hingga tengah malam, namun tetap saja tidak mampu menutup kebutuhan hidup. Sementara, kawan saya, saat ini bergaji lima kali lipat dari UMK Jakarta. Tidak perlu berdesakan di metromini atau bus kota, karena perusahaan menyediakan sebuah mobil untuk memudahkan aktivitasnya. Continue reading “Maaf, Saya Bukan Buruh”

Mengenal Serikat Pekerja

Melalui e-mail, seorang yang mengaku sebagai mahasiswa di Makassar bertanya kepada saya. “Serikat Pekerja itu apa?”. Pada mulanya, saya tidak langsung menjawab. Bagi saya, hari gini menanyakan pengertian serikat pekerja, sungguh sangat ketinggalan zaman. Namun asumsi saya berantakan ketika Wati (sebut saja begitu), bertanya untuk yang kedua kalinya.

Inilah awal mula saya menyadari, bahwa serikat pekerja masih belum optimal menjelaskan kepada publik terkait dengan keberadaannya. Bahkan, tidak jarang kita menemui karyawan yang bergabung menjadi salah satu anggota serikat pekerja, tetapi mengaku tidak pernah tahu apa itu serikat pekerja, tujuan, apalagi manfaatnya. Continue reading “Mengenal Serikat Pekerja”

Prita, Manohara, dan Buruh Perempuan Indonesia

Bila ada wanita yang paling banyak dibicarakan dalam beberapa bulan terakhir, itu adalah Prita Mulyasari dan Manohara Odelia Pinot.

Prita mendadak terkenal lantaran sebuah e-mail, yang dianggap mencemarkan nama baik RS Omni Internasional. Sementara Manohara Odelia Pinot, terkenal karena perseteruannya dengan sang Suami, Tengku Fakhry, yang tidak lain adalah Pengeran Kerajaan Kelantan, Malaysia. Si Bungsu yang lahir dari seorang ibu keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina dan ayah berkebangsaan Perancis, Reiner Pinot Noack, merupakan model belia kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992. Tidak heran jika Manohara, nama panggilannya, mewarisi wajah dan tubuh yang indah. Continue reading “Prita, Manohara, dan Buruh Perempuan Indonesia”

Kepedulian pada Pekerja Perempuan

Menjadi seorang ibu, merupakan sebuah anugerah dan kebanggaan tersendiri. Sebab hanya dengan memiliki anak yang terlahir dari rahimnya lah, seorang wanita akan merasa menjadi makhluk paling sempurna.

Diluar kebutuhan untuk selalu dekat dengan si buah hati, tidak sedikit wanita karir yang harus merelakan anak kecilnya dibawah asuhan orang lain. Entah itu neneknya, bibinya, bahkan menggunakan jasa baby sister. Tentu ini menjadi pilihan yang dilematis. Apalagi untuk karyawan perusahaan swasta, yang minimal menghabiskan waktu 8 (delapan) jam di dalam perusahaan. Continue reading “Kepedulian pada Pekerja Perempuan”

Otonomi Daerah dan Penyelesaian Masalah Perburuhan

Otonomi daerah muncul sebagai jawaban untuk membuat masyarakat lebih dekat dengan pengambil kebijakan. Oleh karenanya, otonomi daerah bisa kita maknai sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat di daerah, dengan mengedepankan kepentingan dan kearifan lokal.

Sampai disini, Otonomi Daerah juga memberikan peluang bagi Pemerintahan Daerah di Bekasi untuk membuat peraturan yang mengejawantahkan peraturan di tingkat nasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Continue reading “Otonomi Daerah dan Penyelesaian Masalah Perburuhan”